BEKASI – MEDIAMITRA, Dalam.Operasi Zebra 2025 ini Kakorlantas Polri menegaskan bahwa fokus utama Operasi adalah peningkatan keselamatan seluruh pengguna jalan, terutama pejalan kaki. Kakorlantas menilai bahwa keselamatan pejalan kaki harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan lalu lintas. Menurutnya, posisi mereka yang rentan saat beraktivitas di ruang jalan harus mendapat perhatian khusus agar menjamin keselamatan.
“Pejalan kaki adalah simbol kemanusiaan di jalan raya. Mereka yang paling lemah harus dilindungi, bukan disingkirkan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Sabtu (15/11/2025), seperti dikutip dari situs Humas Polri.
Kebijakan yang ditekankan dalam Operasi Zebra kali ini sejalan dengan prinsip Vision Zero, yang menolak segala bentuk toleransiterhadap korban jiwa di jalan raya. Selain itu, pendekatan Hierarchy of Road Users, yang menempatkan pejalan kaki sebagai pihak dengan prioritas keselamatan tertinggi menjadi pijakan Korlantas dalam memperkuat sistem keselamatan berbasis manusia.
Sasarannya Operasi Zebra 2025 Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus menegaskan bahwa perlindungan pejalan kaki bukan hanya agenda penegakan hukum, tetapi bagian dari kehadiran negara dalam memastikan hak keselamatan warganya di ruang jalan.
“Korlantas Polri berkomitmen menghadirkan ruang jalan yang aman, tertib, dan manusiawi bagi seluruh pengguna jalan,” tegasnya. Dirinya meminta seluruh jajaran lalu lintas di Polda dan Polres untuk menjadikan keselamatan pejalan kaki sebagai bagian dari indikator kinerja.
Irjen Pol Agus menambahkan, keberhasilan tidak lagi diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi dari meningkatnya disiplin pengguna jalan serta menurunnya risiko kecelakaan, terutama yang melibatkan pejalan kaki
(putri/ red)







Leave a Reply